Kembalilah Indonesia Sebagai Negara Agraris Bermimpilah Sedikit Saja Jadi Negara Industri

Kembalilah Indonesia Sebagai Negara Agraris Bermimpilah Sedikit Saja Jadi Negara Industri
Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Irigasi, bertempat di Balaidesa Tegalwangi, Kecamatan Talang , Kabupaten Tegal, Rabu (14/4/2021)

Tegal - Permasalahan air di Jawa Tengah menjadi persoalan serius dan harus diselesaikan dengan segera secara bersama. Sebab bencana banjir dan kekeringan selalu mengikuti dua musim yang hanya dimiliki Indonesia yakni musim penghujan dan kemarau. Disaat musim penghujan yang terjadi kebanjiran dan pada musim kemarau, timbul kekeringan. Penanganannya perlu dilihat secara komprehensif dari hulu hingga hilir.

Maka Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Pemali - Comal memberikan kesempatan kepada H. Wahyudin Nur Aly anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan sosialisasi dengan tema Peningkatan Partisipasi masyarakat dalam Pengelolaan Irigasi Tahun 2021 di desa Tegalwangi, kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Rabu (14/4/2021).

"Saya diberi amanat untuk menyampaikan sosialisasi peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan irigasi di tahun 2021, " Sapa H. Wahyudin Nur Aly dalam mengawali sosialisasi yang dihadiri Camat Talang, Dra. Noor Alina Agustini, Kapolsek Talang, Iptu Sudiyono, SH, Danramil Talang, Kapt Inf Djamal serta Kasi OP Balai PSDA Pemali - Comal, Agus Pujianto, ST, Staf OP Balai PSDA Pemali Comal, Aji Busono, Korpokla Gung, Saefudin, serta tokoh masyarakat desa Tegalwangi, kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.

Wahyudin Nur Aly atau yang biasa akrab dipanggil Goyud, mengaitkan persoalan irigasi tahun 2021 dengan permasalahan Covid-19. Menurutnya, saat Covid-19 mewabah, ada dua sektor yang tidak terdampak dengan pandemi itu, yakni sektor pertanian dan perikanan. Sementara yang paling terdampak akibat Covid-19, adalah transportasi dan industri yang berakibat banyaknya investor gulung tikar.

Maka dalam menyikapi fenomena tersebut, pemerintah provinsi Jawa Tengah mensosialisasikan bagaimana partisipasi masyarakat ditingkatkan dalam pengelolaan irigasi. Sebab irigasi menjadi prioritas utama terkait sektor pertanian.

"Awal suksesnya pertanian dari pengairannya. Meskipun pertanian sukses, tinggal bagaimana pemasarannya. Maka pemerintah provinsi dalam tahun 2021 mengajak masyarakat agar ada peningkatan partisipasi, " Ujar Goyud.

Untuk itu dengan adanya wabah Covid-19 yang telah menghantam sendi-sendi perekonomian dan juga sebanding lurus dengan pendapatan pemerintah yang turun drastis, pemerintahpun mengajak masyarakat didalam pengelolaan sumber daya air.

"Hanya persoalannya, anugerah yang luar biasa (dua musim) kita tidak bisa mengelola dengan baik. Karena kenyataannya ketika musim penghujan datang, yang ada adalah musibah banjir. Ketika musim kemarau datang, yang terjadi musibah juga musim kekeringan, " Ungkap adik mantan Bupati Brebes M. Tajudin Nur Aly ini.

Goyud memberikan komparasi terjadinya sedimentasi sungai-sungai dihilir yaitu pada dataran rendah seperti hamparan sungai-sungai di wilayah perkotaan yang menurutnya adanya persoalan di wilayah hulu seperti dataran tinggi (wilayah-wilayah pegunungan).

Adanya lumpur yang terbawa arus air hujan, karena terjadinya kerusakan hutan diatas.

"Bagaimana engga rusak, kalau diatas itu hutannya tidak ada lagi. Nah kerusakan ini yang harus kita selesaikan dulu. Diatas itu biasanya kepemilikan tanah ada dua. PTPN dengan Perhutani. Kalau PTPN saya lihat bagus pengelolaannya. Karena tanaman keras itu ditumbuhkan, " Urainya. Sementara meski dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar, Perhutani disebutkan merubah area hutan menjadi area persawahan.

"Karena tanahnya dipakai untuk tanaman-tanaman yang cepat seperti kol, tomat, akhirnya tidak punya kekuatan mencengkram ke tanah-tanah. Ketika hujan turun itu air langsung mrembas kebawah, langsung turun kebawah membawa lumpur-lumpur, " Jelas Goyud lagi.

Dia juga menyajikan sebuah ornamen sebagai elemen-elemen pendukung keberhasilan sektor pertanian yang terkait dengan konsep peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan irigasi seperti dari kebijakan pemerintah pusat, dinamika perubahan produk hukum oleh parlemen, sistem pemasaran hasil pertanian, isu impor beras meski Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang surplus beras dan menjadi daerah ketahanan pangan, belum lagi persoalan mafia distribusi pupuk.

"Sehingga dalam beberapa kali ini kami minta kembalikan distribusi pupuk pada koperasi. Karena koperasi ada dasarnya, UUD 45. Sokoguru pertanian Indonesia itu adalah koperasi.

"Oleh karena itu peran irigasi sangat penting bagi pertanian kita, maka salah satu yang harus kita lakukan adalah kesadaran masyarakat. Harapan kita dengan adanya realitas bahwa yang bertahan adalah sektor pertanian, Insya Allah pemerintah pusat sudah mulai memprioritaskan semuanya kembali lagi kepada Indonesia adalah negara agraris. Jangan sampai dipindah lagi menjadi industri. Industri ini KO semua sekarang. Kalau bisa sudahlah mimpi menjadi negara industri sedikit-sedikit saja tapi diperkuat dengan negara agraris. Soal penjualan urusan pemerintah, " Pungkas Goyud. (Anis Yahya)

Jateng Tegal
Anis Yahya

Anis Yahya

Next Article

Walikota Tegal Lakukan Perombakan Struktur...

Related Posts

Jurnalis

Profle

Anis Yahya

Follow Us

Recommended Posts

Dua Anak Tewas Tenggelam Saat Bermain di Komplek Nirmala Square Kota Tegal
Kawal Larangan Mudik Lebaran, Polres Tegal Kota Adakan Apel Gelar Pasukan
IIDI Kota Tegal Beri Penghargaan Dokter Wanita Pejuang Kesehatan dengan IIDI Award
Koramil 11/Pangkah Kodim 0712/Tegal Peduli Ramadan Bagi 400 Nasi Kotak
Mayor Eko Asal Tegal Sempat Video Call Sebelum Nanggala 402 Tenggelam