Sisdiono Ahmad Optimis Gugatan Paslon Pilwalkot Tegal 2018 Bakal Ditolak MK

INDONESIASATU.CO.ID:

Tegal. Ada yang menarik dari pernyataan Sisdiono Ahmad,SPd lelaki mantan Penguasa 3 (tiga) lembaga dewan, Ketua dewan Kesenian Kota Tegal periode 2003 – 2006, Ketua Dewan Pendidikan Kota Tegal dan terakhir anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal hingga sekarang periode 2014 – 2019 berkaitan dengan gugatan salah satu Paslon dalam Pilwalkot Tegal terhadap KPU Kota Tegal.

Menurutnya, keputusan KPU Kota Tegal membuka kotak suara C1 dianggap sudah tepat. Sebab hal itu dilakukan dalam menghadapi munculnya permohonan sengketa atas hasil penghitungan suara hasil pilwalkot Tegal yang lalu dari salah satu paslon.

Menurutnya, apa yang dilakukan KPU Kota Tegal sebagai bagian dari kerja profesionalisme dan kesiapan KPU dalam merespon kemungkinan munculnya permintaan barang bukti dari MK atas sengketa para pihak yang berkonflik. Sehingaa langkah tersebut akan berkontribusi pada terjaganya kepercayaan publik atas kinerja dan performa KPU selaku penyelenggara Pilkada.

“ Tujuannya tentu untuk antisipasi juga kalau ada penilaian bahwa membuka kotak suara itu tidak sah. Sehingga KPU sendiri berinisiatif mengundang pihak-pihak terkait seperti Panwas, saksi dan juga pengawalan dari pihak keamanan. Sebetulnya dalam peraturan KPU mengundang Panwas saja sudah cukup. Namun KPU untuk meyakinkan publik malah saksi juga diundang dan tanda tangan,” tandas Sisdiono.

Baginya, KPU Kota Tegal telah menunjukan kesan berjalannya sistem supervisi dan asistensi hierarkis telah dijalankan pihak KPU dalam mengevaluasi dan memastikan bahwa segala argumen, fakta, dan bukti-bukti penguat kinerja, kerja, dan pengambilan keputusan KPU telah disiapkan dengan baik.

Senada dengan Sisdiono Ahmad, Ketua KPU Kota Tegal Agus Wijonarko, SH kepada Kantor Berita Online Jurnalis Indonesia Satu memberikan alasan pembukaan kotak suara dari 33 TPS yang dijadikan materi gugatan untuk menghitung kertas berhologram.

“ Inisiatif membuka kotak suara tersebut bukan tidak mendasarkan landasan peraturan KPU. Hal itu kami lakukan sebagai persiapan sebagai barang bukti untuk kami serahkan ke KPU RI dan selanjutnya akan diserahkan ke MK bila nanti diminta. Sebetulnya kami cukup menghadirkan panwas untuk menyaksikan pembukaan kotak suara tersebut. Namun untuk lebih meyakinkan ke publik, kami undang juga para saksi dari masing-masing Paslon untuk ikut menjadi saksi dengan dikawal dari pihak keamanan,” Ujar Agus Wijonarko, SH singkat pada Kantor Berita JIS.

“ Itu (membuka kotak suara – red) untuk persiapan bukti-bukti di MK. Keputusan MK hanya ada dua, menerima atau menolak gugatan dalam persidangan. Kalau pada nantinya MK menolak gugatan, maka KPU akan segera menetapkan pemenangnya,” Kata Sisdiono Ahmad.

Ketika diajukan pertanyaan kemungkinan peluang diterima dan ditolaknya materi gugatan tersebut dalam persidangan MK, Sisdiono Ahmad yang masih duduk di Komisi 1 DPRD Kota Tegal itu menjawab santai.

“ Saya secara pribadi bahwa gugatan akan ditolak sebab kita dapat melihat runutannya. Bahwa para saksi sudah tanda tangan pada formulir C1 yang telah dihitung dari tingkat TPS hingga ketingkat lebih diatasnya. Karena itu menjadi dasar perhitungannya. Bahkan berdasarkan saksi dari pihak Paslon Dedy – Jumadi yang sementara unggul, selisih perhitungannya hanya 271, justru setelah perhitungann KPU malah lebih banyak sebesar 316 suara” Pungkasnya. (Anis Yahya)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita