Ada Kapolres Tegal Kota Di Kampung Literasi TBM Sakila Kerti

INDONESIASATU.CO.ID:

TEGAL - Pagi itu cerah di jalan Kaligung, gang 3 No.32 Rw 04 khususnya Rt 03 Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Gerbang menuju gang 3 itu terpampang spanduk mini bertuliskan Selamat Datang Di Kampung Literasi TBM Sakila Kerti. Acara itu menjadi istimewa ketika Kampung Literasi TBM Sakila Kerti menyelenggarakan upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional dihadiri Kapolres Tegal Kota AKBP Jon Wesly Arianto, Sik yang sekaligus didapuk selaku inspektur upacara, (Senin, 7/5). Penyelenggaraan upacara memperingati hari Pendidikan Nasional dengan cara yang sangat sederhana namun memiliki esensi kualitas yang sangat tinggi dan prospektus terutama menyangkut masa depan melek baca anak-anak.

Kampung literasi merupakan kawasan kampung yang dimanfaatkan untuk mewujudkan masyarakat melek literasi baca tulis, berhitung, sains, keuangan, teknologi informasi dan komunikasi, budaya yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat agar memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas. Semakin tinggi tingkat kecerdasan masyarakat, maka akan semakin rendah masyarakat terprovokasi pada orientasi-orientasi negatif yang berefek memecah belah bangsa.

“ Kita jangan sampai mudah terprovokasi yang mengakibatkan bangsa terpecah belah. Isu yang paling rawan terjadinya perpecahan adalah isu suku, ras dan agama,” Ujar Kapolres Tegal Kota AKBP Jon Wesly Arianto, Sik dalam memberikan sambutannya diacara yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal Ir. Johardi, anggota komisi 1 DPRD Kota Tegal Sisdiono Ahmad, SPd, Ketua KPU Kota Tegal Agus Wijanarko, SH, Kepala Kantor Arsip dan Kepustakaan Kota Tegal, Camat Tegal Timur, Lurah se-kecamatan Tegal Timur,

Hadirnya kampung literasi diharapkan mampu menurunkan jumlah buta aksara, mengembangkan masyarakat gemar belajar, membangun peradaban masyarakat yang dilandasi nilai-nilai budaya bangsa serta meningkatkan kualitas kehidupan dan penghidupan masyarakat. Sehingga dengan adanya efek Kampung Literasi, pesan yang disampaikan Kapolres dapat terwujud. Karena dengan masyarakat yang cerdas tak mudah untuk terprovokasi.

Rendahnya minat baca akan mempengaruhi kualitas hidup masyarakat, sehingga diperlukan upaya upaya strategis untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat secara berkesinambungan dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah secara lintas sektoral, lembaga swasta dan masyarakat

DR. Yusqon, MPd, Pembina Kampung Literasi itu merupakan sosok pendorong yang tak henti-hentinya memotivasi masyarakat agar terus meningkatkan minat baca pada anak-anak. Upaya-upaya sang Doktor ini juga didukung masyarakat lingkungannya. Termasuk dukungan dari anggota komisi 1 DPRD Kota Tegal, Sisdiono Ahmad, SPd.

“ Kita akan dukung dan dorong program-program yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat apalagi terhadap anak-anak kita,” Kata Sisdiono Ahmad pada Kantor Berita Online Jurnalis Indonesia Satu (JIS) usai upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional yang dilaksanakan sangat sederhana namun dengan esensi acara yang sangat berkualitas itu. (Anis Yahya)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita